Surat Untuk Sahabat / INODI BE BAHI TIE (two idiot)

Posted on 08/24/2011

0


Saudaraku,,,

hujan yang turun

mengguyur kota kita semalam

tak mampu menyirami hatiku

yang kering karena duka

harus berpisah denganmu Saudaraku,,, but,

Perpisahan itu akan selalu ada, karena kita pernah berjumpa, bersama, dalam canda tawa dan bahagia.  Setiap tetes airmata yang tertumpah di hari ini, akan menjadi saksi atas jalinan ukhuwah yang selama ini kita simpul seerat-eratnya.

Tak ada kata yang pantas terucap Saudaraku….. hanya derai bening yang selalu bertaburan, mengucap selamat jalan, silakan lanjutkan perjuanganmu ke arah yang lain, ditempat yang baru, yang akan menjadi jarak pertemuan kita.

Hari ini, jiwa dan naluri kita kembali terluka atas perpisahan raga.  Namun percayalah Saudaraku….. hati kita akan selalu terikat.  Jalinan ukhuwahnya akan semakin erat, semakin jauh ragamu melangkah, semakin hatimu mendekat.

Tidak usah terlalu bersedih, Saudaraku….. berbahagialah, karena engkau akan menemukan suasana yang baru, bukan disini lagi, tapi disana.  Cukuplah setiap kenangan yang telah kita tanam, akan menjadi kenangan yang tumbuh subur, menyemaikan benih-benih cita diantara kita.  Karena kita tak harus disini, kita tak harus selalu bersama, kita harus melanjutkan langkah ini, mungkin ke tempat yang lain, yang siap untuk kita tapaki.

Perkuat langkahmu Saudaraku….. yakinkan diri dan hatimu, hari esok pasti lebih cerah, hari esok adalah harapan yang harus diraih.  Pandang senyumannya yang lebar, tatap wajahnya yang ceria, hari esok adalah bahagia.  Yakinlah Saudaraku, cinta dan cita kita selalu bersatu.  Kita akan bersatu selamanya, dalam cahaya perSaudarakuan ini.

Saudaraku….. segala rindu yang akan muncul, segala nafas yang akan berhembus, segala harapan yang akan kita raih, segala langkah yang akan kita ayunkan, yakinlah disana ada sukses. Di sana ada keberkahan, dan di sana pasti ada cinta.

Saudaraku….. biarkan aliran airmata ini jatuh sesukanya, biarkan dia mengalir, mengucap kata seindah-indahnya.  Biarkan dia, karena airmata tak berarti sedih, airmata tak berarti duka, airmata adalah juga lambang bahagianya hati.  Biarkan dia menemani kita di hari ini.  Biarkan…..Karena dia memang hadir untuk ini, untuk sebuah perpisahan.

Saudaraku….. selamat melanjutkan langkahmu, selamat berjumpa lagi di tangga kesuksesan, dalam senyum yang lebih indah…..

Saudaraku….

Forgive your brother if too much,,,,

Before thanks for all,,,,

Good luck for you my Brother,,,

<<  SELAMAT BERJUANG SAUDARAKU  >>

 Assalamu’alaikum War.. Wab..

 

Oh ya, Sebenarnya saya tu belum mau kamu itu berangkat, saya masih ingin bermain dan bercanda sama-sama. Dan sebenarnya perencanaannya saya, kalau kamu ttp jadi kerja di delsa, kamu bisa menggantikan posisi saya mengajar, yaa, supaya penghasilannya bisa bertambah lahh dari gaji operator,,,,  tapi mungkin ini merupakan salah satu dari jalanNya, maka kita syukuri saja.  Hmmmm,,,

 

Alhamdulillahirabbil’alamin,,,,

Allah masih memberikan kelebihan pada saya yakni; Saya masih punya sisa tabungan dari gaji saya selama kerja di delsa. Dan saya pikir2 kamu lebih membutuhkan daripada saya, ya buat sekolah kamu, ataupun buat ongkos kerja kamu nantinya. “Kata orang rezeki itu mudah dicari tapi sahabat susah dicari” dan saya percaya itu. Bagaimana???

Eh, Minta maaf ya kalau yang saya lakukan ini tidak sesuai dengan keinginan kamu, tapi saat ini hanya ini yang saya punya dan hanya ini yang bisa saya berikan untuk kamu.

Benda ini merupakan sesuatu yang berharga buat saya, olehnya itu saya harap kamu mau membacanya, menjaganya dan mempergunakannya sesuai dengan jalanNya.

 Ada uang sedikit di dalamnya ini, anggaplah sebagai biaya kesehatan kamulah. Apapun pekerjaan kamu nantinya, kamu harus tetap memprioritaskan kesehatan kamu, agar supaya suatu saat nanti kita bisa tetap jumpa kembali karena itulah yang saya harapkan, saya akan selalu mendukungmu,. apapun jadinya kamu, berhasil atau tidak, kamu tetap sahabat dan saudara saya, begitupun sebaliknya, saya berharap apapun jadinya kamu nantinya, kamu tidak memusuhi dan menjauhi saya. Hmhmhmhmhm OKEY!!!!!

 Oh ya, jujur Saya tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya, tidak tahu kenapa saya melakukan hal ini sama kamu. Kamu tidak seperti kebanyakan dari teman atau sahabat saya yang lain, tapi saya lebih menganggap kamu sebagai saudara saya atau tepatnya adik saya. Apalagi setelah saya mendengar dan  mengetahui asal-usul kamu, hidup harus jauh dari orang tua, tinggal pada orang lain, apalagi saya baru tahu kalau kedua orang tua kamu punya masalah, membuat saya yakin kalau saya harus membantu kamu, berusaha untuk meringankan beban kamu, saya tidak tahu bagaimana nasibnya saya kalau hidup harus jauh dari orang tua, pasti sangat sedih. LLL.  Saya pernah tinggal dirumahnya orang, walaupun hidup kaya tapi hati kita terkadang tidak tenang, terikat (“)  tidak bisa kemana-mana. Tapi saya yakin kamu orang yang kuat dan tegar, tidak seperti saya mungkin,,,,, hmmmmmm,,,hahaha

 Sekali lagi saya sangat Minta maaf YAA, kalau saya tidak sopan dan terlalu LEBAAAAAAY kata orang,, hmmm, tapi ya begitulllah (hakazah),,,, Semoga kamu tidak berprasangka buruk terhadap apa yang saya lakukan ini, saya hanya melaksanakan salah satu dari perintahNya “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam,” (QS. 21 : 107). Dan saya sangaaaaaat senang sekali bisa melakukan ini semua. Jadi kamu tidak perlu merasa lain dengan saya, yakinlah bahwa inilah Takdir yang sudah digariskan oleh Allah,,,

 Buatlah orang tuamu bangga karena telah melahirkanmu,,,

Bekerjalah yang halal,,,

Serta jagalah kesehatanmu,,,

Karena kita harus JUMPA KEMBALI,,,

 

“ I NICE TO MEET YOU “