Laporan Penelitian 2012

Posted on 06/30/2012

0


LAPORAN PENELITIAN

 

 HASIL PERKEBUNAN PRODUKTIF PENDUDUK DUSUN LAMO

DESA LAMPA KECAMATAN BANGGAI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN

 


Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas

Mata Kuliah Statistik

Oleh :

 

HARDIANTO H. SAMINA

201121075

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS TOMPOTIKA LUWUK

2012

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

KATA PENGANTAR

                 Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan anugerahNyalah penulis dapat menyelesaikan Laporan Penelitian ini dengan judul “Hasil Perkebunan Produktif Penduduk Dusun Lamo Desa Lampa”, untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Statistik Jurusan Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tompotika Luwuk.

                 Penyelesaian Laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Sudiar ST. selaku dosen pembimbing, Bapak Saparun selaku Kepala Dusun Laamo, yang telah memberikan informasi dalam penelitian ini, Seluruh Kepala Keluarga dan kerabat yang telah membantu dalam memberikan dukungan moril sehingga laporan penelitian ini dapat selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih selalu mencurahkan berkat dan kasih karunia-Nya kepada semua pihak yang telah membantu penulis.

Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang jurusan administrasi Negara. Amin

Banggai,     Juli 2012

Penulis

 

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………        i

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………        ii

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………….       iii

BAB I       PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang ……………………………………………………………………..        1
  2. Rumusan Masalah ………………………………………………………………..        1
  3. Tujuan Penulisan ………………………………………………………………….        1
  4. Metode Penelitian …………………………………………………………………        2

BAB II      HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Lokasi Penelitian ………………………………………………………………..        5
  2. Pengertian Perkebunan Produktif ………………………………………….        7
  3. Perkebunan Produktif Penduduk Dusun Lamo Desa Lampa

Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan ……………………………      10

BAB III    PENUTUP

  1. Kesimpulan ……………………………………………………………………………………….      16
  2. Saran ……………………………………………………………………………….      17

 

DAFTAR PUSTAKA

 ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang

                     Perkebunan di negara kita sangat berperan penting baik itu di bidang ekonomi maupun sosial karena dapat menghasilkan devisa yang cukup besar untuk membangun bangsa dan negara ini. Dari perkebunan dapat di hasilkan komoditi ekspor terbesar setelah sub sektor pertambangan minyak dan gas serta kehutanan, kita tidak dapat mengabaikan perananya di dalam negara karena selain merupakan sumber energi bagi industri pengolahan hasil perkebunan, juga dapat menyerap banyak tenaga kerja karena pada dasarnya yang dikelola adalah jenis tanaman yang sulit digarap secara mekanis terutama tanaman keras/tahunan. Hal ini memberi dampak yang positif bagi pelestarian alam sekitar (pengawetan tanah dan air) yang dapat menciptakan kehidupan sehat dan kawasan yang luas yang sangat penting.

B.      Rumusan Masalah

                     Yang menjadi perumusan permasalahan adalah bagaimana hasil perkebunan produktif penduduk Dusun Lamo Desa Lampa Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan

C.      Tujuan Penulisan

          Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui bagaimana hasil perkebunan produktif penduduk Dusun Lamo Desa Lampa Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan.
  2. Untuk penyelesaian tugas mata kuliah statistik sebagai salah satu syarat dalam penyempurnaan nilai serta untuk perencanaan dasar menambah wawasan ilmu pengetahuan.

D.      Metode Penelitian

1.     Desain Penelitian

                  Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, yaitu menggambarkan bagaimana penduduk Dusun Lamo, serta penghasilan yang diperoleh penduduk Dusun Lamo dari perkebunan produktif.

2.     Populasi dan Sampel

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua Kepala Keluarga penduduk Dusun Lamo Desa Lampa Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan.

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kepala Keluarga (KK) yang mempunyai perkebunan produktif di Dusun Lamo Desa Lampa Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan.

3.     Daerah Penelitian dan Responden

                  Penelitian dilaksanakan di Dusun Lamo Desa Lampa Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan dengan menitikberatkan kepada Kepala Keluarga yang mempunyai perkebunan produktif yang mampu berpenghasilan dalam setiap bulannya. Adapun untuk responden atau kepala keluarga yang mempunyai perkebunan produktif di Dusun Lamo dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut.

Tabel 1

Responden yang Memiliki Perkebunan Produktif

No

Nama Responden

Jenis Perkebunan Produktif

Jambu

Cingkeh

Kelapa

Cokelat

1.

LIHUN TUDO

2.

HABI S.

3.

AMAR

4.

BUMI

5.

ASIS

6.

HAMID

7.

AJAHUN

8.

AJIS

9.

SAPARUN

10.

HAMADIN

11.

GAFAR

12.

ALHADIN

13.

YARDIN

14.

AILUN

15.

SAMATIA

16.

SIUN

17.

HANUR

18.

AKSAN

19.

BURHAN

20.

TAMRIN

21.

NURDIN

22.

LA DINI

23.

ASRIN

24.

ARPIN

                  Sedangkan yang dijadikan sebagai nara sumber dalam pengumpulan data penelitian ini adalah Kepala Dusun Lamo atas nama SAPRUN TUDO.

4.     Alat dan Tekhnik Pengumpulan Data

                  Alat dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa studi literatur dan studi lapangan. Studi literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis bahan-bahan yang berhubungan dengan perkebunan produktif. Sedangkan studi lapangan digunakan untuk mengumpulkan data berupa pendapat dari masyarakat tentang penghasilan perkebunan produktif. Studi lapangan dilakukan dengan cara :

a.     Wawancara

             Metode ini bertujuan untuk menangkap pendapat dan pemikiran para ahli yang menjadi narasumber dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam wawancara mendalam ini adalah pedoman wawancara (interview guidelines), dimana instrumen tersebut disusun dengan mengacu pada masalah yang akan dikaji.

b.     Kuesioner

            Metode yang dipakai dalam penyebaran kuesioner ini adalah metode purposive. Dalam metode ini responden dipilih secara sengaja dan sesuai dengan kriteria responden penelitian yang telah ditentukan sebelumnya, serta memiliki kaitan dengan objek penelitian.

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

BAB II

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

A.      Lokasi Penelitian

                     Daerah penelitian yang digunakan sebagai objek penelitian adalah di Dusun Lamo Desa Lampa Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan. Dusun Lamo dengan luas wilayah ± 1 hektar yang terletak 2 Km sebelah barat Ibu kota Kecamatan Banggai. Dusun Lamo terletak pada bagian tepi laut. Secara administratif, Dusun Lamo mempunyai batas-batas yang terdiri :

– Sebelah Utara       =   Dusun Paisuki

– Sebelah Selatan    =   Dusun  Sisikan

– Sebelah barat       =   Laut

– Sebelah timur       =   Dusun Tinakin Darat

                Berdasarkan data Tahun 2012, jumlah penduduk Dusun Lamo berkisar 379 jiwa, yang terdiri dari 90 Kepala Keluarga (KK) dan menurut data monografi Dusun Lamo bahwa jumlah menurut jenis kelamin yaitu jumlah laki laki 173 jiwa serta jumlah perempuan 206 jiwa.

          Mata pencaharian atau pekerjaan penduduk di Dusun Lamo sangat berfariasi, meliputi : Pensiunan, pegawai Negeri Sipil (PNS), Pedagang atau Wiraswasta, Buruh Bangunan, Petani. Dari sekian banyak pekerjaan penduduk di Dusun Lamo, yang paling banyak adalah Petani. Hal dapat di lihat pada Table 2


Tabel 2

Distribusi Frekuensi Pekerjaan Penduduk

Dusun Lamo Desa Lampa

No

Pekerjaan

Frekuensi (Orang)

Presentase (%)

1

Pegawai Negeri

17

4,48

2

Pedagang/Wiraswasta

25

6,59

3

Buruh bangunan

9

2,37

4

Petani

94

24,8

5

Pensiunan

3

0,79

6

Lain-Lain (Belum Kerja)

231

60,9

Jumlah

379

100 %

                     Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden yang memiliki pekerjaan Pegawai Negeri sebanyak 17 responden (4,48 %), mayoritas responden yang memiliki pekerjaan Pedagang atau Wiraswasta sebanyak 25 responden (6,59%), mayoritas responden yang memiliki pekerjaan Buruh Bangunan sebanyak 9 responden (2,37 %), mayoritas responden yang memiliki pekerjaan Petani sebanyak 94 responden (24,8 %), mayoritas responden yang memiliki pekerjaan Pensiunan sebanyak 3 responden (0,79 %%), dan mayoritas responden yang belum memiliki pekerjaan sebanyak 231 responden (60,9 %).

                     Dari table diatas pekerjaan atau pencaharian yang terbesar adalah petani. Dimana para petani di Dusun Lamo bertani dengan cara berkebun, hal ini dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena sebagian besar Kepala Keluarga (KK) penduduk di Dusun Lamo mempunyai pendidikan terakhir pada tingkat SD dan SMP. Jadi sedikit sekali yang berprofesi sebagai Pegawai. Selain itu hal tersebut dikarenakan pekerjaan berkebun sudah merupakan kebiasaan secara turun temurun penduduk Desa di  Dusun Lamo.

B.      Pengertian Perkebunan Produktif

                     Perkebunan adalah lahan usaha pertanian yang luas, biasanya terletak di daerah tropis atau subtropis, yang digunakan untuk menghasilkan komoditi perdagangan (pertanian) dalam skala besar dan dipasarkan ke tempat yang jauh, bukan untuk konsumsi lokal.

                     Perkebunan dapat ditanami oleh tanaman keras/industri seperti kakao, kelapa, dan teh, atau tanaman hortikultura seperti pisang, anggur, atau anggrek. Dalam pengertian bahasa Inggris, “perkebunan” dapat mencakup plantation dan orchard.

                     Ukuran luas perkebunan sangat relatif dan tergantung ukuran volume komoditi yang dipasarkannya. Namun demikian, suatu perkebunan memerlukan suatu luas minimum untuk menjaga keuntungan melalui sistem produksi yang diterapkannya. Selain itu, perkebunan selalu menerapkan cara monokultur, paling tidak untuk setiap blok yang ada di dalamnya. Penciri lainnya, walaupun tidak selalu demikian, adalah terdapat instalasi pengolahan atau pengemasan terhadap komoditi yang dipanen di lahan perkebunan itu, sebelum produknya dikirim ke pembeli.

Definisi menurut UU 18/2004 tentang Perkebunan

                     Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media  tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai,mengolah dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu  pengetahuan dan teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat.

                     Tanaman tertentu adalah tanaman semusim dan/atau tanaman tahunan yang karena jenis dan tujuan pengelolaannya ditetapkan sebagai tanaman perkebunan.

                     Usaha perkebunan adalah usaha yang menghasilkan barang dan/atau jasa perkebunan. Pelaku usaha perkebunan adalah pekebun dan perusahaan perkebunan yang mengelola usaha perkebunan. Pekebun adalah perorangan warga negara Indonesia yang melakukan usaha perkebunan dengan skala usaha tidak mencapai skala tertentu.

                     Perkebunan diselenggarakan berdasarkan atas berkelanjutan, keterpaduan, kebersamaan, berkeadilan. Perkebunan diselenggarakan dengan tujuan: meningkatkan pendapatan masyarakat; meningkatkan penerimaan negara; meningkatkan penerimaan devisa negara; menyediakan lapangan kerja; asas manfaat dan keterbukaan, serta meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing; memenuhi kebutuhan konsumsi dan bahan baku industri dalam negeri; dan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

                     Perkebunan mempunyai fungsi ekonomi, yaitu peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta penguatan struktur ekonomi wilayah dan nasional; fungsi ekologi, yaitu peningkatan konservasi tanah dan air, penyerap karbon, penyedia oksigen, dan penyangga kawasan lindung; dan sosial budaya, yaitu sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

                     Sedangkan Tanaman produktif adalah semua jenis tanaman yang dapat menghasilkan (buah) sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia. Beberapa contoh tanaman produktif diantaranya : Pohon mangga, pohon rambutan, pohon kelapa dan lainya. Selain dimanfaatkan untuk penghijauan fungsi tanaman hidup adalah untuk di ambil hasilnya.

                     Jika hutan adalah paru-paru dunia, maka taman adalah paru-paru kota. Namun mirisnya kita sering melihat banyak kerusakan hutan yang terjadi baik karena ulah tangan manusia maupun karena faktor alam. Padahal hutan adalah pusat ekosistem berbagai macam makhluk hidup. Kerusakan hutan secara alami misalnya kebakaran hutan yang terjadi akibat kekeringan. Sedangkan kerusakan hutan akibat ulah tangan manusia diantranya adalah penebangan hutan secara liar serta pembakaran hutan secara sengaja.

                     Disamping itu semua sering kita melihat banyak lahan produktif berisi tanaman produktif digantikan oleh gedung-gedung tinggi pencakar langit, saat ini tercatat sedikitnya 100 ribu lahan produktif beralih fungsi menjadi areal perumahan.

                     Salah satu manfaat tanaman adalah untuk mengurangi polusi, mencegah terjadinya banjir, tanah longsor akibat hutan gundul dan masih banyak lagi. Sedangkan salah satu manfaat tanaman produktif adalah untuk diambil hasilnya. Sebagai contoh kita menanam tanaman mangga untuk diambil buah mangganya, menanam pohon rambutan untuk diambil rambutanya sebagai buah. Nah untuk itu agar pemanfaatanya secara optimal maka kita dapat menanami taman-taman kota dengan pohon mangga. Sehingga selain dapat diambil buahnya, juga sekaligus mengurangi polusi udara kota. So, tunggu apa lagi ayo rame-rame tanam tanaman produktif karena selain dapat diambil buahnya juga dapat diambil manfaatnya untuk mengurangi polusi, penghijauan dan mengurangi Global Warming.🙂

C.      Perkebunan Produktif Penduduk Dusun Lamo Desa Lampa Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan

                     Adapun yang menjadi Perkebunan Produktif penduduk dusun Lamo adalah perkebunan cengkeh, kelapa, jambu mente dan cokelat. Dari hasil penelitian jumlah kepala keluarga yang memiliki perkebunan produktif adalah 24 Kepala Keluarga (KK). Dan dari setiap Kepala Keluarga (KK) yang bekerja sebagai petani di dusun lamo, mempunyai perkebunan produktif yang berbeda-beda. Ada yang hanya memiliki salah satu diantaranya dan adapula yang memiliki lebih dari satu.

                     Perkebunan produktif tersebut jelas memberikan hasil dan manfaat untuk kebutuhan bagi setiap penduduk atau Kepala Keluarga (KK) yang memiliki perkebunan di Dusun Lamo. Dan berikut ini hasil perkebunan produktif petani dalam setiap bulan yang dihasilkan oleh penduduk Dusun Lamo desa lampa Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan pada Tabel 3.

Tabel 3

Distribusi Frekuensi Penghasilan Petani Penduduk Dusun Lamo

Berdasarkan Hasil Perkebunan Produktif

No

Penghasilan / Perbulan (Ribuan Rupiah)

Frekuensi

Presentase (%)

1

100

4

16,7

2

150

6

25

3

200

5

21

4

250

4

16,7

5

300

3

12,6

6

350

2

8

JUMLAH

24

100 %

                     Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden yang memiliki penghasilan 100 sebanyak 4 responden (16,7%), mayoritas responden yang memiliki penghasilan 150 sebanyak 6 responden (25 %), mayoritas responden yang memiliki penghasilan 200 sebanyak 5 responden (21 %), mayoritas responden yang memiliki penghasilan 250 sebanyak 4 responden (16,7 %), mayoritas responden yang memiliki penghasilan 300 sebanyak 3 responden (12,6 %), dan mayoritas responden yang memiliki penghasilan 350 sebanyak 2 responden (8 %).

                     Terjadinya perbedaan penghasilan dalam setiap Kepala Keluarga (KK) disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya karena perbedaan jumlah tanaman produktif, penyakit pada tanaman dan juga karena faktor cuaca yang tidak mendukung untuk menghasilkan hasil tanaman produktif.

 

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

BAB III

P E N U T U P

A.      Kesimpulan

                     Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis yang berjudul “Penghasilan Perkebunan Produktif Penduduk Dusun Lamo Desa Lampa Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Kepulauan dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Berkenan dengan pencaharian atau pekerjaan

                      Mata pencaharian atau pekerjaan penduduk di Dusun Lamo sangat berfariasi, meliputi : Pensiunan, pegawai Negeri Sipil (PNS), Pedagang atau Wiraswasta, Buruh Bangunan, Petani. Dari sekian banyak pekerjaan penduduk di Dusun Lamo, yang paling banyak adalah Petani. Hal dapat dilihat bahwa mayoritas responden yang memiliki pekerjaan Pegawai Negeri sebanyak 17 responden (4,48 %), mayoritas responden yang memiliki pekerjaan Pedagang atau Wiraswasta sebanyak 25 responden (6,59%), mayoritas responden yang memiliki pekerjaan Buruh Bangunan sebanyak 9 responden (2,37 %), mayoritas responden yang memiliki pekerjaan Petani sebanyak 94 responden (24,8 %), mayoritas responden yang memiliki pekerjaan Pensiunan sebanyak 3 responden (0,79 %%), dan mayoritas responden yang belum memiliki pekerjaan sebanyak 231 responden (60,9 %).

         2. Berkenan dengan penghasilan dari perkebunan produktif

                                  Adapun yang menjadi Perkebunan Produktif penduduk dusun Lamo adalah perkebunan cengkeh, kelapa, jambu mente dan cokelat, dan setiap Kepala Keluarga mempunyai perkebunan produktif yang berbeda-beda. Ada yang hanya memiliki salah satu diantaranya dan adapula yang memiliki lebih dari satu.

                                 Perkebunan produktif tersebut jelas memberikan hasil dan manfaat untuk kebutuhan bagi setiap penduduk atau Kepala Keluarga (KK) yang memiliki perkebunan di Dusun Lamo. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian maka diperoleh responden yang memiliki penghasilan 100 sebanyak 4 responden (16,7%), mayoritas responden yang memiliki penghasilan 150 sebanyak 6 responden (25 %), mayoritas responden yang memiliki penghasilan 200 sebanyak 5 responden (21 %), mayoritas responden yang memiliki penghasilan 250 sebanyak 4 responden (16,7 %), mayoritas responden yang memiliki penghasilan 300 sebanyak 3 responden (12,6 %), dan mayoritas responden yang memiliki penghasilan 350 sebanyak 2 responden (8 %). Dari penjelasan diatas jelas dapat dikatakan bahwa hasil perkebunan produktif penduduk dusun lamo berbeda-beda.

B.      Saran

                      Untuk menciptakan sebuah perkebunan yang produktif tidak hanya dibutuhkan  lokasi atau tempat untuk berkebun tetapi perlu adanya komitmen untuk benar-benar mau menjaga, memelihara dan melestarikan sebuah perkebunan yang nantinya akan memberikan hasil untuk pemenuhan kebutuhan hidup.

 

DAFTAR PUSTAKA

Adiwiganda, Y.T., A. Hardjono, A. Manurung, U.T.B. Sihotang, Darmandono, Sudiharto, D.H. Goenadi, dan H. Sihombing. 1992. Pedoman Penyusunan Rekomendasi Pemupukan Karet. Asosiasi Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia, Jakarta.

Dijkman, M.J. 1951. Hevea. Thirty Years of Research in the Far East. University of Miami Press, Coral Gables, Florida. 329 pp.

http://id.scribd.com/doc/52453338/DATA-MONOGRAFI-DESA-TAHUN-2009

http://perkebunan-1986.blogspot.com/2011/11/perkebunan-cengkeh.html

http://wikimapia.org/23517610/id/Lahan-Perkebunan-Produktif